Anemia, Thalasemia Gejala dan Pengobatanya

pengobatan anemia, thalasemiaAnemia tentu sangat tidak asing di telinga kita. Istilah ini sepertinya sangat familiar bagi kita dan bahkan tidak sedikit dari kita menderitanya. Anemia adalah sejenis kelainan pada sel-sel darah di dalam tubuh kita di mana jumlah sel-sel darah merah di dalam tubuh kita menurun sehingga akan menimbulkan sedikit gangguan kesehatan kita. Meskipun bukan jenis yang kronis akan tetapi perlu segera ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan gangguan-gangguan kesehatan lain. Umumnya penderita anemia akan merasakan lemah, lelah, letih, dan lesu, serta tidak bersemangat dalam menjalankan aktivitasnya. Jika tetap dibiarkan seperti ini tentu akan sangat mengganggu pekerjaan ataupun aktivitas kita lainnya.

Pemeriksaan Penanda Anemia

Anemia dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah secara lengkap di lab khusus. Pemeriksaan dilakukan dengan menghitung seluruh bagian pembentuk darah yang mana proses pemeriksaan darah secara lengkap ini akan dibantu dengan sebuah alat yang canggih dan modern. Beberapa komponen pembentuk darah yang akan diperiksa di lab untuk mengetahui seseorang mengidap anemia atau tidak antara lain:

  1. Sel-sel darah merah (RBC)
  2. Hematokrit
  3. Hemoglobin
  4. Sel-sel darah putih (WBC)
  5. Komponen sel darah putih
  6. Trombosit

Namun hanya sel darah merah (RBC), hematokrit, dan hemoglobin saja yang bisa dijadikan sebagai indikator seseorang mengidap anemia.

Jenis-jenis Anemia

Anemia atau sebagian besar masyarakat kita lebih suka menyebutnya sebagai penyakit kekurangan darah ini terbagi menjadi empat jenis jika dilihat dari penyebabnya. Keempat jenis anemia tersebut adalah:

  1. Anemia megaloblastik
  2. Anemia defisiensi zat besi
  3. Anemia sel bulan sabit (sickle-cell anemia)
  4. Anemia thalasemia

Penyabab dan Gejala Anemia

Dari keempat jenis anemia ini mempunyai gejala yang berbeda-beda namun umumnya penderita anemia akan mengalami beberapa gejala umum anemia seperti mudah lelah, pucat, ingin pingsan, palpitasi, sesak nafas pada saat melakukan pekerjaan fisik ringan, dan kelopak mata bawah bagian dalam akan terlihat pucat.

Untuk mengetahui lebih jelasnnya tentang keempat jenis anemia di atas, mari kita simak kilasan seputar jenis-jenis anemia berikut ini.

Anemia defisiensi zat besi merupakan jenis anemia yang paling sering dialami oleh sebagian besar orang. Jenis anemia ini disebabkan karena berkurangnya jumlah zat besi akibat pendarahan yang terjadi secara terus-menerus. Zat besi merupakan bagian terpenting dari hemoglobin . Jika tubuh kekurangan zat besi dalam hemoglobin, maka tubuh secara otomatis akan kekurangan oksigen karena zat besi pada hemoglobin berfungsi untuk mengankut oksigen dan nutrisi untuk tubuh.

Jenis anemia yang kedua adalah anemia megaloblastik di mana jenis anemia disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin B12 dan asam folat yang dibutuhkan oleh darah. Vitamin B12 dan asam folat ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam memproduksi sel-sel darah merah di sumsum tulang belakang.

Anemia sel bulan sabit (sickle-cell anemia) dan thalasemia merupakan jenis anemia yang bersifat resesif atau menurun. Bentuk anemia ini bersifat turun-temurun dan merupakan hasil dari jenis abnormal sel-sel darah merah. anemia sel sabit merupakan penyakit yang mengancam jiwa dan tidak ada pencegahan.

Talasemia diturunkan kepada anak jika kedua orangtua membawa gen cacat. Pada talasemia, tubuh tidak dapat membuat hemoglobin normal, yaitu zat dalam darah yang membuat sel darah berwarna merah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Pengobatan Anemia Suplemen Alami

Pengobatan anemia dengan suplemen alami jeli gamat dan spirulina adalah alternatif yang dapat diberikan pada penderita penyakit anemia. Jelly gamat membantu memperbaiki kualitas sel limpa sedangkan Spirulina pacifica bermanfaat untuk menaikan Hemoglobin (Hb), phycoyanin dalam Spirulina dapat memperbaiki fungsi limpa dan menjaga agar limpa tidak membengkak / membesar.

Berikut adalah testimoni pengobatan dari penyakit Anemia Aplastik dan Thalasemia (sumber majalah testimoni kesembuhan luxor):

Anemia Aplastik

Nusanto 32 Tahun, Jakarta

Sebelum menjalani pengobatan Anemia jeli gamat luxor dan Spirulina

“7 Mei 2006 saya dinyatakan terkena Anemia Aplastic oleh dokter”. Anemia Aplastik terjadi karena sel yang memproduksi butir darah merah (terletak pada sumsum tulang belakang) tidak dapat menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Akibatnya Hb rendah, badan lemah dan dapat terjadi pendarahan. Kondisi tubuh saya memang sangat lemah Hb.4.8, Trombosit 1000 dan sudah terjadi pendarahan. Perawat di mengatakan saya dilarang banyak bergerak. Keadaan saya pada saat itu memang sangat mengkhawatirkan.

Setelah menjalani pengobatan Anemia Jeli Gamat Luxor dan Spirulina

“Saat masih dirawat di rumah sakit tepatnya tgl 28 Mei 2006 istri saya mendapat saran dari teman untuk mengonsumsi Jeli Gamat dan Spirulina. Harapan untuk kembali hidup dan sehat muncul lagi, istri membantu saya minum Jeli Gamat 3x3sdm/hr, dan Spirulina 3×10 tablet/hr.

Dalam waktu 2 minggu setelah menjalani pengonatan dengan konsumsi Trombosit naik menjadi 29.000 dan Hb naik menjadi 8.5 serta tidak lagi terjadi pendarahan. Seiring dengan itu, perlahan-lahan wajah dan tubuh tidak lagi pucat, dan mulai bertenaga. Check terakhir 9 Januari 2007 kondisi sudah stabil dan jauh lebih sehat, Trombosit naik menjadi 37.000. Hampir 3 tahun berlalu, kesehatan saya stabil, kembali bekerja seperti biasa.

Dosis yang digunakan untuk pengobatan Anemia Aplastik: Jeli Gamat Luxor 3×3 sdm per hari dan Spirulina Pacifica 3×10 tablet per hari (Sumber: buku testimoni volume 7)

THALASEMIA

thalasemia

Salwa Wijaya – Cipanas (Jawa Barat)

Dua tahun berlalu sejak pertama kali mengkonsumsi Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica. Salwa putri sulung kmi (terdiaknosa Thalasemi sejak balita) kondisi kesehatannya stabil dan baik, ujar Bp. Tarkiman yahanda Salwa WIjaya. Letak sekolah yang dekat dengan rumah, memudahkan Salwa untuk jalan kaki berangkat dan pulang sekolah. Kondisi kesehatannya stabil, Hb 8-9. Dulu sebelum mengkonsumsi Jeli Gamat dan Spirulina Pacifica Salwa cepat lelah, badan lemas dan wajah pucat. Keluhan tersebut kini semakin jarang, makanan sehat dari Luxor memang bermanfaat bagi putri kami. Transfusi darah memang maish kami lakukan hanya saja tidak seperti dulu, kini kami dapat memperpnjang waktu transfusi. Jika sebelumnya tiap bulan harus 2-3kali transfusi sekarang kmai dapat melakukannya tiap 2-2.5 bulan sekali. Limpanya juga sudah tidak lagi membesar atau bengkak. Bagi penderita Thalasemia perlu untuk memperhatikan perubahan yng terjadi di Limpa.

Kini Jeli Gamat masih dikonsumsi 3×2 sdm/ hari dan Spirulina Pacifica 3x2tabs/hari, kadang jika kegiatan di sekolah cukup padat kami memberikan makanan kesehatan ini sedikit lebih banyak.

Selama ini hampir 2 tahun, mengkonsumsi Jeli Gamat dna Spirulina Pacifica sudah menjadi bagian dari makanan Salwa setiap hari. Sebagai penderita Thalasemia kami menyadari bahwa penyakit ini memang belum dapat disembuhkan secara total, namun kemajuan tahap demi tahap yang dialami oleh Salwa membuat kami sebagai orang tua optimis Salwa pun dapat memiliki hidup yang sehat.

Anemia maupun Thalasemia dapat dikontrol dengan cara melakukan upaya untuk dapat meringankan keluhan, memperpanjang masa transfusi darah, dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Disarankan tetap menjaga kesehatan, istirahat cukup dan selalu berdoa, kesembuhan dengan sendirinya pasti akan datang. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *